BFI Finance Kontribusi 5.000 APD Bagi Tenaga Medis di Seluruh Indonesia

06 Mei 2020

Tangerang Selatan, 6 Mei 2020 - Di tengah pandemi COVID-19, kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) sangat tinggi untuk dikenakan oleh para tenaga medis di layanan fasilitas kesehatan (faskes). Berangkat dari apresiasi dan kepedulian terhadap tenaga kesehatan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mengirimkan bantuan APD berupa baju medis (hazmat/hazardous material) sebanyak 5.000 set yang telah didistribusikan ke lebih dari 70 faskes di seluruh Indonesia sejak awal April lalu. Bantuan disalurkan dengan mekanisme yang aman untuk para relawan dengan tetap taat pada anjuran pemerintah.

Baju hazmat tentunya sesuai standar untuk diberikan ke beragam faskes guna melindungi para tenaga medis (nakes) saat menangani para pasien. Faskes yang telah menerima bantuan dari BFI Finance, antara lain, RS Sari Asih Ciputat (Tangerang Selatan), RS Ummu Hani Purbalingga (Jawa Tengah), Puskesmas Somba Opu Gowa (Sulawesi Selatan), Klinik Citra Utama Palembang (Sumatera Selatan), dan RSUD Dr Doris Sylvanus Palangka Raya (Kalimantan Tengah). Tak hanya RS rujukan COVID-19 di berbagai daerah, namun faskes yang bukan menjadi rujukan tak luput dari bantuan dikarenakan banyak menerima pasien yang OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang dalam Pemantauan), atau pun PDP (Pasien dalam Pengawasan).

Kepedulian BFI Finance tak hanya kepada para nakes. Sejak munculnya COVID-19 di Indonesia, Perusahaan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat untuk para karyawan dan konsumen di Kantor Pusat serta seluruh kantor jaringan operasional sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Hal ini merupakan bagian dari peran aktif BFI Finance dalam mengajak masyarakat #BersamaCegahCorona.


Bantuan APD dari BFI Finance diterima dengan baik oleh pihak RSUD Syech Yusuf Gowa, Sulsel
 

Para nakes di Puskesmas Bintaro juga menjadi salah satu sasaran bantuan APD  

Pemberian APD ditujukan untuk nakes di berbagai lokasi
 

Penggunaan baju hazmat/APD berfungsi untuk mencegah penularan  

Kembali >